Wednesday, November 9, 2016

Panglima TNI, Benteng terakhir kebhinekaan

Panglima TNI Gatot nurmantyo adalah sosok komandan yang begitu mencintai indonesia. Bahkan kecintaannya di rela menjadi tumbal agar kebhinekaan bisa terus menjadi jati diri bangsa. 

Ucapan seorang ksatria yang memang terlahir dari keluarga ksatria. Pantang bagi beliau untuk berdiri di belakang penguasa dan pengusaha. 

Bagi beliau menjaga NKRI, menjaga kebhinekaan dan menjaga kedaulatan adalah tugasnya. Walaupun di dera isu bahwa beliau pantas menjadi seorang presiden, dengan tegas dia membantah karena selama dia masih menjabat sebagai seorang prajurit maka mematuhi perintah atasan adalah salah satu sumpahnya. Sosok yang tak mau berkhianat walaupun hanya di dalam hatinya.

Panglima TNI gatot nurmatyo selain terkenal dengan dekat dengan prajurit, beliau juga akan di kenang sebagai salah satu panglima yang dekat dengan para ulama. 

Pada peristiwa 411 beliau tampil sebagai saudara umat islam. Bahkan pada stasiun swasta metro tv, beliau mengatakan bahwa umat islam tak ada di tempat di acara mata najwa. Padahal seorang najwa shihab pembawa acara mata najwa adalah anak dari ulama tafsir Quraish shihab.

Panglima TNI Gatot nurmantyo saat ini telah menjadi rising star bagi umat islam. Gatot telah menjelma sebagai pemimpin yang di rindukan masyarakat indonesia. Dan gatot nurmatyo akan selalu menjadi panutan bagi para prajurit TNI.

No comments:

Post a Comment