Begitu gencar media media mainstream yang menyatakan kalau demo 25 november 2016 dan 2 Desember 2016 adalah gerakan makar. Sungguh kau telah menghina kami. Dan sungguh kau telah lupa apa itu islam dan pancasila. Ingat dahulu kami kaum muslim sudah menyerahkan lewat piagam jakarta bahwa negara ini masih berketuhanan yang maha esa. Kami umat islam tidak menginkan NKRI karena kami sadar akan perbedaan. Kami hanya mengingkan agar ahok di proses cepat dan di tangkap. Kami hanya ingin keadilan. Ingatlah wahai kaum muslim dimana saudara saudara kita yang banyak meregang nyawa karena baru di sangka melakukan kegiatan kejahatan. Tetapi ini yang nyata nyata sudah menjadi tersangka harus di lindungi dan di bela.
Ada apa dengan negeri ini, negeri yang penuh dengan kepalsuan dan kedustaan. Umat islam sekali lagi hanya ingin meminta keadilan. Terkait ada orang atau kelompok yang ingin makar dan ingin menunggangi demo aksi damai jilid III itu sudah menjadi tugas dan fungsi POLRI. Dan sebagai manusia biasa infornasi bisa salah dan benar. Jangan jadikan ketakutan akan makar harus melarang umat muslim menuntut keadilan. Jangan karena jabatan engkau menjadikan umat muslim seperti musuh. Sungguh sangat di sayangkan kalau menganggap umat muslim tidak mencintai pancasila dan NKRI. Bahkan terang terangan mengadakan aksi parade ke bhinekaan tunggal ika yang seakan akan menunjukan perlawanan terhadap aksi damai umat islam. Kami sedih hanya karena si tersangka kasus penistaan agama, bukannya sumber masalah yang di selesaikan tetapi malah korban yang selalu di sakiti dan teraniaya. Sudah buta atau tulikah para pemimpin kita. Sungguh saya sangat menyesal melihat pemimpin2 yang hanya berdusta dan pencitraan.
Jangan salahkan apabila kejadian kejadian ini akan menjadi api dalam sekam. Dimana di atasnya tak menyala tetapi di dalamnya sangat membara. Sekali lagi jangan kau jadikan kami umat islam musuh. Karena apabila sudah disakiti dan teraniaya maka permusuhanmu adalah kebahagian bagi kami.
Beri kami keadilan maka kami akan terus menjaga toleransi, berani kami kepastian hukum maka kami akan selalu tersenyum. Beri kami cinta maka dengan rela akan membela. Jangan kau beri sebutan tak toleransi karena kami juga bisa membenci. Allahu akbar....allahu akbar....allahu akbar.
Tuesday, November 22, 2016
2 Desember 2016, kami tidak meminta NKRI dan pancasila
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment